Artikel ini diterjemahkan secara otomatis dan mungkin mengandung ketidakakuratan kecil. Versi bahasa Inggris asli adalah rujukan yang otoritatif.
Artikel ini berisi tautan afiliasi. Jika kamu memesan melalui tautan tersebut, kami mungkin mendapat komisi kecil tanpa biaya tambahan bagimu — ini membantu Authentic Japan tetap gratis.
Kebanyakan panduan Jepang ditulis untuk turis dari Amerika atau Eropa. Kalau kamu berangkat dari Indonesia, hal yang paling penting berbeda: cara masuknya, makanan halal, dan tempat salat. Berikut delapan hal yang sebaiknya dibereskan lebih awal.
| Indonesia | Jepang | |
|---|---|---|
| Visa / masuk | — | Bebas visa 15 hari dengan ePaspor terdaftar; jika tidak, perlu visa |
| Tegangan/colokan | 230V, tipe C/F | 100V, colokan pipih tipe A |
| Kartu transportasi | KMT / kartu e-money | Suica / PASMO / ICOCA |
| Makanan | Halal mudah ditemukan | Halal terbatas; babi dan alkohol sering ada di saus |
| Cuaca | Tropis | Empat musim, musim dingin dingin |
1. Daftarkan ePaspor, atau ajukan visa
Pemegang paspor Indonesia bisa masuk Jepang bebas visa hingga 15 hari, tetapi hanya setelah mendaftarkan ePaspor berstandar ICAO di kedutaan atau konsulat Jepang di Indonesia. Registrasi harus dilakukan sebelum berangkat dan berlaku tiga tahun atau sampai paspor habis masa berlakunya. Kalau paspormu model lama yang non-biometrik, kamu perlu visa. Keduanya butuh waktu, jadi mulailah lebih awal.
2. Makanan halal butuh perencanaan
Restoran halal ada, terutama di Tokyo, Osaka, dan Kyoto, tetapi jauh lebih sedikit dibanding di rumah. Ekstrak babi, lemak babi, mirin, sake, dan alkohol sering dipakai di saus, kuah, bahkan camilan, jadi periksa label bahan dan tanyakan sebelum memesan. Makanan laut dan pilihan vegetarian adalah cadangan yang praktis.
3. Cari tempat salat sebelumnya
Ruang salat khusus makin banyak di bandara, stasiun besar, dan beberapa mal, tetapi belum ada di mana-mana. Cari ruang salat di sepanjang rutemu sebelum berangkat, dan bawa sajadah kecil.
4. Bawa adaptor colokan
Colokan bulat Indonesia tidak cocok dengan stopkontak pipih Jepang, dan tegangannya 100V, bukan 230V. Kebanyakan charger ponsel dan laptop mendukung 100–240V sehingga cukup pakai adaptor colokan; periksa perangkat bertegangan tunggal.
5. Kartu transportasi Indonesia tidak berlaku
Kartu e-money dan kartu KRL Indonesia tidak berlaku di Jepang. Gunakan Suica, PASMO, atau ICOCA yang dipakai di hampir seluruh negeri. Lihat panduan kartu IC atau cara pasang Suica di iPhone.
6. Siapkan pakaian untuk cuaca dingin
Musim dingin benar-benar dingin, dan malam di musim gugur dan semi pun bisa sejuk. Bawa pakaian berlapis, jaket tebal di musim dingin, dan cek prakiraan cuaca sesuai tanggal perjalanan.
7. Uang tunai masih penting
Restoran kecil dan kuil sering hanya menerima tunai, jadi bawa yen. Lihat tunai atau kartu.
8. Tenang dan rapi di ruang publik
Menelepon di kereta dianggap tidak sopan, tempat sampah umum jarang, dan tidak ada tradisi tip. Lihat cara agar tidak bikin masalah di Jepang.
Baca selanjutnya
Memilih basis? Baca Kyoto atau Osaka. Untuk internet, bandingkan eSIM.
Apakah orang Indonesia perlu visa ke Jepang?
Tidak, kalau kamu mendaftarkan ePaspor berstandar ICAO di kedutaan atau konsulat Jepang di Indonesia lebih dulu — itu memberi bebas visa hingga 15 hari. Tanpa ePaspor terdaftar, kamu perlu visa. Konfirmasikan prosedur terbaru secara resmi.
Apakah makanan halal mudah ditemukan di Jepang?
Bisa di kota besar tetapi jauh lebih sedikit dibanding di Indonesia. Periksa bahan dan tanyakan sebelum memesan.
Bisakah kartu transportasi Indonesia dipakai di Jepang?
Tidak. Gunakan Suica, PASMO, atau ICOCA.






