Artikel ini diterjemahkan secara otomatis dan mungkin mengandung ketidakakuratan kecil. Versi bahasa Inggris asli adalah rujukan yang otoritatif.
Artikel ini berisi tautan afiliasi. Jika kamu memesan melalui tautan tersebut, kami mungkin mendapat komisi kecil tanpa biaya tambahan bagimu — ini membantu Authentic Japan tetap gratis.
Pertanyaan "Planets atau Borderless?" pasti muncul di setiap forum itinerary Tokyo begitu ada yang mengumumkan perjalanan pertamanya ke Jepang. Kedua museum ini adalah karya kolektif seni Jepang yang sama, teamLab — tapi dibangun di atas gagasan yang sangat berbeda tentang seni digital imersif seharusnya terasa seperti apa, dan karena itu menarik jenis pengunjung yang berbeda pula.
teamLab Planets membawamu masuk ke dalam karya seni secara fisik: kamu melepas sepatu dan kaus kaki, berjalan menembus air yang bisa setinggi lutut, dan melangkah tanpa alas kaki di atas lantai cermin sementara proyeksi cahaya bermekaran di sekitar pergelangan kakimu. teamLab Borderless menghadirkan lebih dari 75 karya yang tersebar di gedung berbentuk labirin tanpa rute tetap dan tanpa peta — karya seni mengalir antar ruangan, instalasi bereaksi terhadap kehadiranmu, dan seluruh ruang beroperasi sebagai satu dunia yang saling terhubung. Keduanya selalu penuh di akhir pekan Tokyo. Keduanya butuh pemesanan tiket di muka. Yang membedakan adalah pengalamannya, lokasinya, dan berapa banyak waktu yang kamu punya.
Dua museum, satu kota: orientasi singkat
| teamLab Planets | teamLab Borderless | |
|---|---|---|
| Lokasi | Toyosu, Koto City (Tokyo timur) | Azabudai Hills, Minato City (pusat kota) |
| Stasiun terdekat | Shintoyosu (jalan kaki 2 menit) | Kamiyacho (jalan kaki 5 menit) |
| Jam buka (per 2026-05) | 9:00–22:00 setiap hari | 9:00–21:00 setiap hari |
| Masuk terakhir | 21:00 | 20:30 (EN Tea House: 30 menit sebelum tutup) |
| Durasi kunjungan tipikal | 1,5–2 jam | 2–3 jam |
| Wajib tanpa alas kaki | Ya (zona air) | Tidak |
| Total karya seni | 20+ instalasi utama | 75+ karya |
| Dibuka / venue saat ini | 2018 (Toyosu) | Feb 2024 (Azabudai Hills) |
teamLab Planets — museum air
teamLab Planets dibuka di Toyosu pada 2018 dan sekarang beroperasi dalam empat zona bernama: Water, Garden, Forest, dan Open-Air. Zona Water adalah pengalaman awal dan alasan utama sebagian besar pengunjung datang. Kamu masuk tanpa alas kaki dan berjalan menembus lorong tempat air dangkal — yang di beberapa titik naik hingga setinggi lutut — mengelilingi proyeksi ikan koi, bunga musiman, dan cahaya yang mengalir dari lantai hingga langit-langit. Gambar-gambar itu berhamburan setiap kali kamu melangkah. Dinding cermin memperluas pemandangan ke segala arah. Ini secara fisik terasa disorientasi dengan cara yang tidak bisa ditangkap foto, itulah sebabnya antreannya selalu mengular jauh sebelum jam buka.
Zona Garden punya nuansa berbeda: hamparan bunga berukuran raksasa yang mekar digitalnya bereaksi terhadap sentuhan dan gerakan saat kamu berjalan melewatinya. Bagian Open-Air yang lebih baru membawa pengalaman ini ke luar ruangan, ke area halaman yang ditinggikan.
Pada Januari 2025, teamLab Planets memperluas areanya satu setengah kali lipat dengan penambahan area Forest. Ini menghadirkan dua konsep yang sepenuhnya baru: Athletics Forest, ruang fisik kreatif yang dibangun di sekitar struktur tantangan tiga dimensi dan persepsi ruang; serta Catching and Collecting Forest, tempat pengunjung menggunakan smartphone untuk "menangkap" hewan-hewan punah virtual, yang kemudian bisa mereka lepaskan ke layar proyeksi bersama. Perluasan ini mendorong jumlah total karya seni signifikan melewati angka 20 dan memastikan operasional Planets berlanjut setidaknya hingga akhir 2027.
teamLab Planets pernah memegang rekor Guinness World Record sebagai museum yang paling banyak dikunjungi yang didedikasikan untuk satu kelompok atau seniman, dengan lebih dari 2,51 juta pengunjung pada 2025 — angka yang mencerminkan reputasi globalnya sekaligus tekanan tiket yang selalu habis di akhir pekan.
teamLab Borderless — sang labirin
teamLab Borderless pindah dari venue awalnya di Odaiba dan dibuka kembali pada 9 Februari 2024, di dalam Azabudai Hills — kawasan mixed-use ikonik di Minato City dekat Roppongi. Fasilitas baru ini dibangun khusus untuk konsep borderless: karya seni mengalir antar ruangan tanpa batas tetap, saling memengaruhi, dan kadang menyatu menjadi satu dunia yang terhubung. Museum di Azabudai Hills ini dibuka dengan lebih dari 75 karya, beberapa di antaranya belum pernah dipamerkan sebelumnya, dan dipilih oleh TIME sebagai salah satu "World's Greatest Places 2024". Museum ini menarik sekitar 1,69 juta pengunjung pada 2025.
Museum ini terbagi menjadi lima area bernama, meski pembagiannya memang dibuat tidak kaku:
- Borderless World — bagian terbesar; labirin ruangan-ruangan yang saling terhubung di mana proyeksi mengalir bebas melintasi dinding, lantai, dan langit-langit. Karya seni individual berpindah antar ruangan dan menyatu dengan karya lain. Tidak ada peta, tidak ada rute yang disarankan, dan tidak ada tanda panah — ini memang disengaja.
- Athletics Forest — ruang gerak fisik kreatif dengan struktur tantangan tiga dimensi yang dirancang untuk membangun kesadaran ruang melalui tubuh.
- Future Park — proyek co-creation di mana pengunjung menggambar atau mewarnai sosok yang kemudian diserap ke dalam dunia proyeksi bersama di dinding sekitarnya.
- Bubble Universe — ruangan berisi objek cahaya berbentuk bola yang menggantung pada ketinggian berbeda-beda, setiap bola beresonansi dengan warna saat ada gerakan di dekatnya. Instalasi ini menggantikan Forest of Resonating Lamps dari era Odaiba dan menjadi salah satu ruangan paling banyak difoto di gedung ini.
- EN Tea House — instalasi satu ruangan di mana teh yang dituangkan ke mangkukmu memunculkan taman digital yang bermekaran; bunga-bunganya tetap ada dan terus mekar selama teh masih tersisa di cangkir. Buka 30 menit setelah pintu utama museum dibuka; pesanan terakhir diterima 30 menit sebelum tutup.

Harga tiket — perkiraan anggaran untuk 2026
Kedua museum menerapkan harga dinamis yang berubah menurut jenis hari (hari kerja vs. akhir pekan atau hari libur nasional) dan, pada periode puncak, menurut musim. Angka di bawah ini mencerminkan harga terkonfirmasi per 2026-05 dan diambil dari toko tiket resmi serta Klook. Harga di lokasi memiliki biaya tambahan on-site di Borderless sebesar ¥200 — alasan sederhana untuk membeli tiket lebih dulu.
| Pengunjung | teamLab Planets — hari kerja | teamLab Planets — akhir pekan / hari libur | teamLab Borderless — hari kerja | teamLab Borderless — akhir pekan / hari libur |
|---|---|---|---|---|
| Dewasa (18+) | ¥3.800 | ¥4.200 | ¥3.800 | ¥4.800 |
| Remaja (13–17) | ¥2.800 | ¥2.800 | ¥2.800 | ¥2.800 |
| Anak (4–12) | ¥1.500 | ¥1.500 | ¥1.500 | ¥1.500 |
| Di bawah 4 / di bawah 3 tahun | Gratis (tiket mungkin tetap diperlukan) | Gratis (tiket mungkin tetap diperlukan) | Gratis | Gratis |
| Biaya tambahan di lokasi | — | — | +¥200 | +¥200 |
Mana yang sebaiknya kamu pilih?
Jawaban praktisnya hampir selalu bergantung pada tiga variabel: waktu yang tersedia, dengan siapa kamu berkunjung, dan jenis pengalaman apa yang kamu inginkan. Berikut panduan pengambilan keputusan yang jujur.
Pilih teamLab Planets jika:
- Kamu punya 1,5–2 jam, bukan setengah hari penuh — Planets punya awal dan akhir yang jelas.
- Kamu berkunjung bersama anak kecil (usia 4–10 tahun): zona air dan Athletics Forest yang baru sangat menarik secara fisik untuk kelompok usia ini.
- Kamu ingin seni yang bersifat sensorik dan fisik, bukan sekadar visual — pengalaman air ini tidak ada padanannya di tempat lain di Tokyo.
- Kamu berada di area Toyosu atau Odaiba dan ingin sesuatu untuk menjadi jangkar hari itu.
- Ini kunjungan teamLab pertamamu: zona air adalah instalasi yang menjadi fondasi brand ini.
Pilih teamLab Borderless jika:
- Kamu ingin pengalaman yang lebih panjang dan terbuka di mana penjelajahan itu sendiri adalah strukturnya.
- Kamu bepergian sebagai pasangan atau bersama orang dewasa yang menikmati berkeliling tanpa itinerary.
- Kamu ingin menjelajahi 75+ karya seni yang berbeda, bukan urutan ruangan yang tetap.
- Kamu sudah berada di area Roppongi / Azabudai Hills / Toranomon dan ingin menggabungkan kunjungan dengan makan malam di kompleks Azabudai Hills.
- Kamu sudah pernah mengunjungi Planets di perjalanan Tokyo sebelumnya dan ingin melihat pendekatan teamLab yang berbeda di Borderless.
Kapan sebaiknya pergi dan berapa lama sebelumnya harus memesan
Kedua museum ini rutin habis tiketnya di akhir pekan dan selama periode libur besar di Jepang. Tekanan pemesanan makin meningkat sejak teamLab Planets mencetak rekor Guinness: pada 2025, Planets menarik 2,51 juta pengunjung dan Borderless menarik 1,69 juta — total gabungan 4,2 juta dalam satu tahun di dua venue. Memperlakukan kedua museum ini seperti restoran populer (pesan segera begitu kamu tahu tanggal perjalananmu) adalah strategi yang tepat.
| Periode | Perkiraan tanggal | Tekanan pemesanan | Waktu pemesanan yang disarankan |
|---|---|---|---|
| Hari kerja biasa | Sepanjang tahun | Rendah | 3–7 hari |
| Akhir pekan biasa | Sepanjang tahun | Tinggi | 2–3 minggu |
| Musim bunga sakura | Akhir Maret – awal April | Sangat tinggi | 3–4 minggu |
| Golden Week | 29 Apr – 6 Mei | Habis terjual | 4–6 minggu |
| Obon | 12–16 Agustus | Habis terjual | 4–5 minggu |
| Silver Week | Akhir September (bervariasi) | Tinggi | 2–3 minggu |
| Periode Tahun Baru | 28 Des – 4 Jan | Habis terjual | 4–6 minggu |
| Akhir pekan libur sekolah | Bervariasi per prefektur | Sedang–tinggi | 1–2 minggu |
Cara menuju ke sana
teamLab Planets (Toyosu, Koto City)
Rute paling langsung adalah lewat Yurikamome Line (ゆりかもめ) menuju Stasiun Shintoyosu — jalan kaki datar 2 menit dari gerbang stasiun. Yurikamome adalah monorel layang otomatis yang menghubungkan Shimbashi (di Yamanote Line) dan Stasiun Toyosu dengan tepi teluk. Alternatifnya, Stasiun Toyosu di Tokyo Metro Yurakucho Line berjarak sekitar 10 menit jalan kaki mengikuti rute tepi sungai yang rambunya jelas. Alamat museum: 6-1-16 Toyosu, Koto-ku, Tokyo. Dari Stasiun Shimbashi di pusat kota, naik Yurikamome ke Shintoyosu memakan waktu sekitar 20 menit.
teamLab Borderless (Azabudai Hills, Minato City)
Stasiun terdekat adalah Kamiyacho di Tokyo Metro Hibiya Line — gunakan Exit 5, lalu ikuti petunjuk arah Azabudai Hills untuk jalan kaki 5 menit melewati kompleks menuju lantai basement B1 di Garden Plaza B. Stasiun Roppongi-itchome di Tokyo Metro Nanboku Line (Exit 2) juga berjarak 4 menit jalan kaki. Alamat museum: 1-2-4 Azabudai, Minato-ku, Tokyo. Dari Stasiun Shibuya lewat Hibiya Line menuju Kamiyacho memakan waktu sekitar 15 menit. Dari Stasiun Shinjuku, transfer paling sederhana adalah ke Toei Oedo Line arah Roppongi lalu jalan kaki, atau transfer di Tochomae ke Nanboku Line.
Tips praktis sebelum berangkat
- Datang saat jam buka. Kedua museum paling sepi di 30–60 menit pertama. Kepadatan pengunjung di zona air Planets dan kualitas proyeksinya jauh lebih baik saat orang di tiap ruangan lebih sedikit; Borderless terasa benar-benar magis saat lorong-lorong labirinnya lengang.
- Kode berpakaian di Planets. Celana pendek, celana selutut, atau celana panjang yang bisa digulung. Hindari pakaian putih (proyeksi berwarna bisa membuat kain terlihat berubah warna secara tak terduga). Sepatu selop atau sandal lebih baik daripada sepatu bertali. Celana pendek pembungkus gratis disediakan untuk rok pendek di loker pintu masuk.
- Kode berpakaian di Borderless. Tidak ada batasan selain kenyamanan. Alas kaki yang mendukung disarankan — denah labirinnya melibatkan banyak berdiri dan berjalan.
- Fotografi. Fotografi pribadi diizinkan di kedua museum per 2026-05. Tripod dan monopod tidak diizinkan. Pengaturan sudut lebar di smartphone atau kamera mirrorless lebih cocok untuk ruang instalasi yang luas dibandingkan telefoto.
- Tas dan loker. Di Planets, semua tas masuk ke loker gratis sebelum masuk (dua pilihan ukuran). Di Borderless, tas kecil boleh dibawa masuk; koper besar sebaiknya dititipkan di loker dekat pintu masuk.
- EN Tea House di Borderless. Layanan teh dengan instalasi tunggal ini buka 30 menit setelah pintu utama museum dibuka dan tutup 30 menit sebelum museum tutup. Layak diprioritaskan di awal kunjunganmu kalau kamu ingin merasakan pengalaman teh ini — tidak tercantum di sistem antrean tapi tempat duduknya terbatas.
- Kuliner. Planets punya area kafe di luar galeri utama. Borderless dikelilingi kompleks restoran Azabudai Hills, mulai dari layanan cepat hingga makan multi-hidangan — penutup yang natural untuk kunjungan sore.
- Akses disabilitas. Kedua venue menawarkan diskon sekitar 50% untuk pengunjung yang menunjukkan buku disabilitas. Zona Water di Planets melibatkan permukaan basah, air dangkal, dan beberapa lorong sempit; sisa area Planets dan seluruh Borderless lebih mudah diakses, meski beberapa ruangan di Borderless memiliki lantai tidak rata.
Bisakah saya mengunjungi teamLab Planets dan teamLab Borderless di hari yang sama?
Bisa, dan banyak pengunjung melakukannya. Planets memakan 1,5–2 jam; Borderless 2–3 jam. Perjalanan antara Toyosu dan Azabudai Hills lewat Tokyo Metro memakan waktu sekitar 45 menit. Kunjungan berurutan yang realistis memakan 6–7 jam termasuk transit dan waktu makan siang. Mulai dengan Planets pukul 9:00 (jam buka), selesai jam 11:00, lanjut ke Azabudai Hills, makan siang di sekitarnya, dan tiba di Borderless jam 13:00 untuk sesi sore yang nyaman.
Mana yang lebih cocok untuk anak kecil, teamLab Planets atau Borderless?
Planets cenderung lebih cocok untuk anak usia 4–10 tahun. Zona airnya menarik secara fisik, strukturnya berurutan sehingga mudah dinavigasi, dan area Forest yang ditambahkan pada Januari 2025 mencakup Athletics Forest — ruang gerak dan bermain khusus. Borderless lebih besar dan bisa membuat kewalahan anak di bawah 6 tahun; tata letaknya yang seperti labirin membuat lebih mudah kehilangan anak kecil dibandingkan perjalanan Planets yang lebih linear.
Apakah saya perlu memesan tiket lebih dulu?
Ya, sangat disarankan. Kedua museum rutin habis tiketnya di akhir pekan, dan pada akhir pekan libur puncak — Golden Week, Obon, Tahun Baru — keduanya bisa penuh terpesan berminggu-minggu sebelumnya. Memesan lewat Klook atau toko tiket resmi juga menghindari biaya tambahan on-site ¥200 di Borderless dan menghilangkan risiko perjalanan sia-sia di hari yang sudah habis tiketnya.
Apakah teamLab Borderless di Azabudai Hills sama dengan venue lama di Odaiba?
Tidak. teamLab Borderless pindah dari Odaiba dan dibuka kembali di Azabudai Hills pada 9 Februari 2024, di fasilitas yang dibangun khusus. Venue baru ini mencakup karya seni yang bukan bagian dari museum Odaiba asli — Bubble Universe misalnya, menggantikan Forest of Resonating Lamps. Kalau kamu pernah mengunjungi Borderless di Odaiba sebelum tutup, versi Azabudai Hills ini jauh berbeda. Tiket masuk yang tertaut dari artikel ini adalah untuk lokasi Azabudai Hills.
Bagaimana kalau saya hanya punya waktu untuk satu museum saja?
Bagi pengunjung pertama kali tanpa preferensi kuat, Planets sedikit lebih unggul dibandingkan Borderless sebagai pilihan tunggal. Sifat sensorik dan fisik dari pengalaman air ini sulit ditiru di tempat lain, dan format 1,5–2 jamnya lebih mudah masuk ke itinerary Tokyo yang padat. Borderless adalah pilihan yang lebih baik bagi pengunjung yang menginginkan pengalaman eksploratif yang lebih panjang — atau yang sudah pernah mengunjungi Planets di perjalanan sebelumnya.
Apakah ada diskon membeli tiket di Klook dibandingkan situs resmi?
Harga di Klook biasanya sejajar dengan toko tiket resmi, dengan keuntungan proses checkout yang familiar, tampilan mata uang internasional, dan dukungan pelanggan Klook sendiri. Keduanya menghindari biaya tambahan on-site ¥200 yang berlaku di pintu Borderless. Klook juga terkadang menjalankan diskon promosi terbatas — cek halaman produk saat kamu memesan untuk penawaran yang sedang berlaku.






